Tentang satu dunia penuh misteri,
yang kuberi nama; hati,
empunya pemilik pada satu ciptaan,
Yang kita kenali sebagai; perempuan..
Jika hati Perempuan itu langit,
berlapis lapis tingkat harus kau tembus,
Jika hati perempuan itu tanah,
berkaki dalam harus kau gali..
sampai disuatu tahap, kau akan terkambus.
Kerana apa?
Setiap tingkat langit yang kau sampai,
setiap kaki dalam tanah yang kau gali,
kau seakan masuk ke lain dimensi,
tak kau sedar mana satu fantasi atau realiti..
Perempuan;
yang kau nampak cuma permukaan,
sedang dasarnya jauh tak terlangkau dek pemikiran,
sepertimananya aku bilang,
ianya seperti satu dunia lain,
yang tak pernah dijejak mana mana kudrat yang ada sekarang.
Kau lelaki takkan pernah faham,
setiap gerak geri, gemersik tona suara,
yang kau nampak, dengar hanya sebahagian saja..
sedang sebenar benar maksud,
perempuan itu sendiri terjerut..
mahu luah, pendam harus dihitung bilang,
samada luah makan hati atau pendam membunuh diri..
bukan secara zahir..tetapi batin.
Bukan maksud aku mahu menjunjung julang,
pada susuk ciptaan maha esa bernama perempuan,
tapi lebih kepada hormatnya pada kekomplekskan terbina..
hati perempuan yang jika mahu dibicara,
dikupas diselidik, jamin aku ini takkan ada kesudahannya.
Raikan saja setiap detik,
pastikan ada walau hanya sekejap saja..
ucapkan kata bukan sekadar bicara,
tetapi beserta gerak laku yang nyata..
tak perlu faham,
kerna sehabis waktu kau takkan dapat hadam..
Hargai, cukup pada aku ini sebagai lelaki..
untuk bisa sedikit memahami..pada misteri sebuah hati,
Terima kasih perempuan,
kerna itu saja yang bisa buat lelaki rasa,
kami belum cukup mahir pada semua benda didunia..
Tuesday, May 05, 2015
Thursday, April 30, 2015
Empty Title
Jalan itu menghitam basah oleh hujan,
Namun aku muram, kering oleh kerinduan. Gerimis ini menghapus duka aku kesedihan
Dibawah salah satu sisi langit,
Aku terduduk diantara cahaya bulan,
Berharap suatu keajaiban kan datang padaku.
cintaku takkan pernah layu,
Meskipun roda waktu terus berlalu,
Dan tinggal butiran debu,
Yang mengotori beningnya cintamu.
Entah aku mencintai atau patah hati, sejenak tak lagi mengingatmu sepagi ini, tenggelam dalam bantal kembali bermimpi.
Lalu aku mematikan seluruh harap dalam dada,
Lantas sebait tanya mengusik benakku, Pernahkah aku terlintas di fikiran mu.
Hening malam kerinduan yg basah oleh embun,
Kini kian melebur di buai angin,
Adakah seorang insan yg menjawab kesunyian.
Titisan hujan mengiringi air mata,
Menitis jatuh tanpa suara,
Merasakan sakitnya luka,
Yang indah hanyalah mimpi belaka.
Dan kamu adalah sebuah nama yang selalu kutuliskan,
Sedang aku hanyalah sebuah nama yang tak kunjung kau baca.
Tenggelam aku dalam lamunan
Duduk terdiam memikirkan sang kekasih
Bayangannya menari di mata
Menghadirkan cerita dalam hati
Aku berdiri di atas sayup-sayup senja
Mencari cinta dan ketulusan yang sesungguhnya
Tak kubiarkan redup walau sesaat.
Namun aku muram, kering oleh kerinduan. Gerimis ini menghapus duka aku kesedihan
Dibawah salah satu sisi langit,
Aku terduduk diantara cahaya bulan,
Berharap suatu keajaiban kan datang padaku.
cintaku takkan pernah layu,
Meskipun roda waktu terus berlalu,
Dan tinggal butiran debu,
Yang mengotori beningnya cintamu.
Entah aku mencintai atau patah hati, sejenak tak lagi mengingatmu sepagi ini, tenggelam dalam bantal kembali bermimpi.
Lalu aku mematikan seluruh harap dalam dada,
Lantas sebait tanya mengusik benakku, Pernahkah aku terlintas di fikiran mu.
Hening malam kerinduan yg basah oleh embun,
Kini kian melebur di buai angin,
Adakah seorang insan yg menjawab kesunyian.
Titisan hujan mengiringi air mata,
Menitis jatuh tanpa suara,
Merasakan sakitnya luka,
Yang indah hanyalah mimpi belaka.
Dan kamu adalah sebuah nama yang selalu kutuliskan,
Sedang aku hanyalah sebuah nama yang tak kunjung kau baca.
Tenggelam aku dalam lamunan
Duduk terdiam memikirkan sang kekasih
Bayangannya menari di mata
Menghadirkan cerita dalam hati
Aku berdiri di atas sayup-sayup senja
Mencari cinta dan ketulusan yang sesungguhnya
Tak kubiarkan redup walau sesaat.
Tuesday, April 28, 2015
NIAN
Nian indah kerdip bintang bercahaya
Asyik aku mendongak kelangit sana
Jiwa aku tenang menghayati suasana
Leka hingga tidak sedar kau sudah tiada
Aku kembali menunduk kebumi hampa..
Kisah yang dulunya selalu aku cerita
Hanya tinggal kenangan belaka
Ambisi tak sempat bertuntas tunasnya
Impian hancur musnah tidak bersisa
Remuk redam hati mengenang segala
Ini realiti yang perlu aku hadap nyata
Namun imaginasi masih mahu percaya
Aku ini masih mencintai dia..
Asyik aku mendongak kelangit sana
Jiwa aku tenang menghayati suasana
Leka hingga tidak sedar kau sudah tiada
Aku kembali menunduk kebumi hampa..
Kisah yang dulunya selalu aku cerita
Hanya tinggal kenangan belaka
Ambisi tak sempat bertuntas tunasnya
Impian hancur musnah tidak bersisa
Remuk redam hati mengenang segala
Ini realiti yang perlu aku hadap nyata
Namun imaginasi masih mahu percaya
Aku ini masih mencintai dia..
Saturday, April 18, 2015
SEMENTARA
Kerna kau bilang, keberadaan aku mungkin hanya sementara..
Selagi masih punya masa diantara sementara itu
ku tetap cuba ada disetiap waktumu.
selagi masih ada sementara itu,
akan kuhargai setiap waktu yang berlalu..
Sementara masih ada masa,
akan kuberi segala agar kau bisa rasa bahagia,
dan dihujung sementara mungkin nanti kau akan menjadi,
seorang yang lebih kuat dari sebelum ini.
sementara itu,
biarkan aku sebentar
untuk perkuatkan diri
agar tidak gentar
saat kau pergi
dan disementara ini..
biarkanlah aku terus menikmati
erti cinta yang tak pernah memiliki.
Selagi masih punya masa diantara sementara itu
ku tetap cuba ada disetiap waktumu.
selagi masih ada sementara itu,
akan kuhargai setiap waktu yang berlalu..
Sementara masih ada masa,
akan kuberi segala agar kau bisa rasa bahagia,
dan dihujung sementara mungkin nanti kau akan menjadi,
seorang yang lebih kuat dari sebelum ini.
sementara itu,
biarkan aku sebentar
untuk perkuatkan diri
agar tidak gentar
saat kau pergi
dan disementara ini..
biarkanlah aku terus menikmati
erti cinta yang tak pernah memiliki.
Monday, March 23, 2015
dan teruskanlah kita berharap..
tetaplah kita berharap,
tatkala ada masanya,
kita terlalu letih untuk bangkit,
setelah tersungkur dalam kehidupan,
tetaplah kita berharap,
Tatkala kita sudah terlalu jauh,
dari destinasi impian,
yang selama ini kita rancangkan,
tetaplah kita berharap,
tatkala sehabis daya kita cuba,
untuk nyatakan segala rasa yang tersisa,
pada mereka yang kita cinta,
Tetaplah kita berharap,
Sepertimana kita yakin,
tatkala ada masanya,
kita terlalu letih untuk bangkit,
setelah tersungkur dalam kehidupan,
tetaplah kita berharap,
Tatkala kita sudah terlalu jauh,
dari destinasi impian,
yang selama ini kita rancangkan,
tetaplah kita berharap,
tatkala sehabis daya kita cuba,
untuk nyatakan segala rasa yang tersisa,
pada mereka yang kita cinta,
Tetaplah kita berharap,
Sepertimana kita yakin,
akan terbitnya mentari keesokkan harinya..
Tetaplah kita berharap,
Meskipun tiada jaminan untuk pengharapan itu..
Dan teruskanlah kita berharap..
Subscribe to:
Posts (Atom)